Semantik / IDOOMATIK


Semantik.
Pembaca yang budiman kali ini saya akan membahas tentang disiplin ilmu semantik berdasarkan pertanyaan dari dosen saya yaitu, Erwan Kustriono, .M.Pd selaku pengampu mata kuliah semantik diperkuliahan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Berikut adalah daftar pertanyaannya
  1. Jekaskan pengertian semantik menurut beberapa ahli dan beri kesimpulan menurut kalian dengan menggunakan bahasa pemahaman kalian sesuai dengan teori yang kalian paparkan! 
  2. Jelaskan makna idiomatik dan peribahasa, serta beri masing-masing dua contoh penggunaannya di dalam kalimat! 
  3. Jelaskan dan beri contoh masing-msing dua perbedaan antara relasi polisemi dan relasi ambiguitas!
  4. Jelaskan faktor-faktor penyebab perubahan makna!
  5. Jelaskan manfaat praktis dan manfaat teoretis bagi calon guru bahasa Indonesia mempelajari semantik!
Dari daftar pertanyaan diatas, saya akan berusaha menjawab pertanyaan tersebut sesuai kemampuan saya dalam memahami matakuliah semantik.
  1. Pengertian semantik menurut para ahli Secara etimologi, kata semantik berasal dari bahasa Yunani semantikos ‘penting; berarti’, yang diturunkan pula dari semainein ‘memperlihatkan; menyatakan’ yang berasal pula dari sema ‘tanda’ seperti yang terdapat pada kata semaphore yang berarti ‘tiang sinyal yang dipergunakan sebagai tanda oleh kereta api’. Sematik menelaah serta menggarap makna kata dan makna yang diperoleh masyarakat dari kata-kata (Dale, 1971: 196; Tarigan, 1985: 155). Semantik menurut (Tarigan, 1985 : 7) adalah ilmu yang mempelajari tentang makna sebuah kata. Kata semantik dapat diartikan sebagai ilmu tentang makna atau tentang arti, yaitu salah satu dari tiga tataran analisis bahasa : fonologi, gramatikal, dan semantik (Chaer, 1990 : 2). Menurut Saeed (2003:3) semantik adalah ilmu yang mempelajari makna yang dikomunikasikan melalui bahasa. Berdasarkan uraian pengertian semantik oleh para ahli, saya dapat menyimpulkan terkait pengertian semantik. Seantik adalah cabang ilmu bahasa yang membahas tentang pemaknaan kata yang digunakan untuk alat komunikasi melalui bahasa
  2. Makna idiomatik adalah Chaer (2009: 74) menyatakan bahwa idiom adalah satuan-satuan bahasa (bisa berupa kata, frase, maupun kalimat) yang maknanya tidak dapat “diramalkan” dari makna leksikal unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut. sedangkan menurut (Aminudin, 2003: 15). Suwandi (2008: 96) menyatakan bahwa makna idiomatikal adalah makna sebuah kata, frase atau juga kalimat yang menyimpang dari makna leksis maupun makna gramatikal kata, frase, atau kalimat tersebut. Peribahasa adalah suatu kelompok kata atau kalimat yang bermaksud menyatakan sesuatu kondisi seseorang ataupun hal yang mengungkapkan tentang kelakuan, perbuatan atau hal tentang seseorang. Peribahasa bisa juga kita artikan sebagai ungkapan secara tak langsung. Akan tetapi tersirat menyampaikan suatu hal yang bisa dipahami. Adapun pengertian peribahasa menurut kamus linguistik yaitu penggalan kalimat yang sudah membeku bentuk, makna dan fungsinya pada masyarakat.            
  3. Relasi polesemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.
    contoh kalimat
    Saya masih punya hubungan darah dengan keluarga Bu Nella. (darah=kesaudaraan)
    Tubuhnya berlumuran darah setelah kepalanya terbentur batu. (darah=yang berada dalam tubuh)
    kata "darah" dapat berarti berbeda tergantung dengan kata berikutnya yang digunakan untuk membentuk suatu kalimat.
    relasi ambiguitas adalah ketaksaan sering diartikan sebagai kata yang bermakna ganda atau mendua arti.
    contoh kaliamat
    orang malas lewat sana
    dapat ditafsirkan sebagai (1) jarang ada orang yang mau lewat si sini, atau (2) yang mau lewat di sini hanya orang-orang malas.
    buku sejarah baru
    dapat ditasfirkan sebagai (1)  buku sejarah itu baru terbit, (2) buku itu berisi sejarah zaman baru
  4. Faktor-faktor penyebab perubahan makna!
    Faktor kebahasaan
    Ini berkaitan dengan fonologi, morfologi, dan sintaksis. Contohnya: dahulu kata sahaya berati budak, tetapi kini berarti saya. Lalu, berbeda kalimat Ali memukul Adi dengan Ali dipukul Adi.
    Faktor kesejarahan
    terdiri dari: (a) faktor objek misalnya asal kata wanita dari kata betina (untuk hewan : ayam betina) kemudian menjadi kata batina lalu watina (fonem /b/→fonem /w/) dan menjadi kata wanita padanannya perempuan. Jadi wanita tidak bisa disepadankan dengan hewan lagi tetapi dengan objek; (b) faktor institusi misalnya kata rukun dahulu bermakna kerukunan antara warga, antar tetangga-tetangga/ antar warga-warga. Kini pengertiannya sudah meluas, untuk institusi resmi; (c) faktor ide misalnya kata simposium dahulu bermakna untuk bergembira (minum, makan, berdansa), kini bermakna pertemuan ilmiah; dan (d) faktor konsep ilmiah misalnya kata volt dahulu dikaitkan dengan sang penemunya, Allessandro Voltas. Kini lebih ditekankan maknanya pada satuan potensial listrik yang diperlukan untuk mengalirkan satu ampere arus listrik melalui satu ohm (misal dalam kalimat Voltase aliran listrik di rumahmu harus ditambah).
    Faktor sosial
    Ini dikaitkan dengan perkembangan makna kata dalam masyarakat. Contoh: kata gerombolan makna dahulu  orang yang berkumpul atau kerumunan orang, kini berarti pemberontak atau pengacau.
    Faktor psikologis
    terdiri dari: (a) faktor emotif (emotif factor) misalnya kata bangsat dahulu dikaitkan dengan binatang yang biasa menggigit jika kita duduk di kursi rotan karena binatang itu hidup di sela-sela anyaman rotan, kini maknanya manusia yang malas yang kelakuannya menyakitkan hati.; (b) kata-kata tabu dirinci lagi (1) tabu karena takut (taboo of fear) misalnya kata menaikkan harga (dapat menimbulkan gangguan keamanan) diganti kata menyesuaikan harga. Lalu, kata terlibat organisasi terlarang diganti tidak bersih diri (= berdaki) atau tidak bersih lingkungan (= lingkungan yang kotor). Dan, kata harimau (takut diucapkan di hutan) diganti kata nenek; (2) tabu karena menginginkan kehalusan kata (taboo of delicacy) misalnya kata makan diganti kata bersantap dan mencicipi, padahal berbeda maknanya; dan (3) tabu karena ingin dikatakan sopan (taboo of propriety) misalnya kata kencing diganti kata buang air kecil. Kata WC, toilet, kakus diganti kata kamar kecil atau kamar belakang. Kata “Makan!” diganti kata “Silakan makan!” atau “Silakan bersantap!”
    Faktor pengaruh bahasa asing
    Ini terjadi disebabkan oleh interaksi antara sesama bangsa, tak dapat dihindari. Contoh kata dari bahasa Belanda: andil (aandeel)
    Faktor karena kebutuhan kata yang baru
    Ini akibat perkembangan konsep baru namun belum ada lambangnya tetapi perlu nama atau kata baru karena bahasa adalah alat komunikasi. Contoh karena bangsa Indonesia merasa kurang enak menggunakan kata saudara maka muncullah kata Anda. Kata saudara pada mulanya dihubungkan dengan orang yang sedarah dengan kita tapi kini kata saudara digunakan untuk menyebut siapa saja. Dari kata bui, penjara, tutupan muncul kata lembaga pemasyarakatan.
  5. Manfaat Praktis mempelajari semantik
    menambah wawasan
    memudahkan dalam penyampaian maateri karena sudah terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang biak dan tepat
    agar dalam penggunaan berbahasa tertata dan tepat digunakan dalam situasi dan konsisi tertentu.
    Manfaat teoritis mempelajari semantik
    memberikan informasi kepada peserat didik secara tepat karena apabila salah menyampaikan maka generasi seterusnya akan mendapatkan keilmuan yang salah.

   


Komentar